Belajar Untuk Menulis. Menulis Untuk Belajar. Terkadang menggunakan saya, sesekali menggunakan aku. Menulis agar menua dengan banyak kenangan, bukan hanya banyak kerutan.
Monday, 30 April 2018
Saturday, 28 April 2018
Hati Adalah Hutan Belantara
Tak perlu mencari kerikil di luar
Amarah dan dendam ibarat ranting, akar pohon silang menyilang, melintang
Menjadi penghalang
Keinginan menang jangan membuatmu curang
Saat tersandung jangan menyerah dan pulang
Hati adalah tempat awal mula kau bertualang
Membuka jalan bagimu melangkah menemukan damai
Teruslah berjalan
Tetaplah bertahan meski sadar beratnya beban
Berjuanglah menghadapi tantangan;
Hewan liar,
Ego yang kau terus beri makan.
Hati adalah hutan belantara
Selain kerasnya yang kau taklukan
Syukuri keindahan dan kenyamanan yang kau temukan.
28.04.18
L
Friday, 27 April 2018
Thursday, 22 October 2015
Tamu Tak Diundang
Kamis malam ini
Harapan mengetuk pintu;
bertandang kembali
Maaf pintu sudah terkunci
Tamu yang membawa luka tak bisa kuterima lagi
(L)
06 Apr 16
Thursday, 3 September 2015
I do
Do i ever in my life make very bad decission?
Yes. I do made bad decission for temporary happiness.
I ruined my own life and some other.
I ruined my self because i don't believe or not anymore have faith in me, my self and others.
I am broken
And whats make me feel hurts i already put all my heart in everything i left behind now i'm empty.
It's all my fault.
It's all my decissions
And i put someone else to suffered with me.
Do i regret it? Yes.
Honestly most of time i have think about it a lot again and again, and there are thousand "what if"
But i've choosed
Maybe it's too late
Maybe it's not
Maybe i'd better this way
Maybe i should burn my self to ash
Or stop breathing forever
Do i feel sad?
Yes i do
But i have to smile.
Most of time if i dont want to hurt my self when people feel sorry for me.
But one thing for sure
I wouldn't fell broken heart anymore
I already broke it into pieces.
There it goes...
03 Sep 2015
(L)
Thursday, 30 July 2015
Setahun Lalu
Hari ini
Tepat satu tahun sejak kita pertama kali bertemu.
aku mengambil foto ini setelah melihatmu
Setiap kali melihatnya
Aku melihatmu
Kau dan pemandangan ini begitu indah
Selayaknya pemandangan akan berganti
Tak abadi
Meskipun demikian, semua tampak begitu menggiurkan dan aku khawatir akan berakhir hambar.
Maafkan jarak yang sudah kubuat
Maafkan dinding yang kubangun agar aku tak bisa mencoba meraihmu
Bila kelak kau lelah tak apa, tak perlu selamatkan aku
Aku tahu perasaan ini seharusnya tak ada
Aku tahu harapan ini tak boleh tumbuh
Aku takut jatuh dan kau tak ada untuk menangkapku
Aku tak ingin kehilangan dirimu
Dan yang paling kutakutkan adalah kehilangan akal sehatku sendiri
29 Juli 2015
Setahun yang lalu kau asing
Kini aku tahu kenanganmu tak akan usang.
(L)
Wednesday, 15 July 2015
Jadi Waras Itu Capek
Ketika jadi orang waras yang dituntut nrimo dan ngalah terus sama orang yang pura-pura agak gila rasanya pengen nunjukin gini loh sikap orang gila itu seharusnya sambil ngacak-ngacak mukanya pake tai campur sambel.
15 Jul 2015
(L)
Tuesday, 7 July 2015
Ramadan Dan Beberapa Hal Yang Melintasi Pikiran
Apakah kita tidak merasa ada yang salah dengan keyakinan kita saat menjalani apa yang kita yakini dengan setengah hati?
Bulan puasa saat kita berlatih menahan napsu selain lapar dan haus juga mengendalikan diri belum apa-apa sudah ribut soal minta dihormati mereka yang tak berpuasa. Padahal yang jika Allah berkenan dengan puasanya dengan ibadahnya, siapa yang masuk surga?
Dengan hadiah surga yang tak terkatakan indahnya apa mungkin ujiannya gampang?
Ya, ga mungkin.
Kalau gampang hadiahnya mungkin cuma voucher belanja 50 ribu atau setrikaan atau dispenser.
Mau?
Dengan kebahagiaan di akhirat apakah kita masih mau mengurangi kesempatan itu dengan marah, dengki, merasa tak dihargai, merasa paling suci, paling benar, merasa puasa dan ibadahnya yang paling disuka dan diterima Allah
Lalu menuding orang lain sampai mengatakan mereka kafir?
Apa kalian lupa ada perempuan yang menjalani kodratnya dan terpaksa tak berpuasa. Ada ibu dan bapak lain yang tetap harus berjualan demi mencari rejeki untuk anak-anaknya.
Kita yang harus menguatkan iman agar tak mudah tergoda bujuk rayu, lalu apalagi sampai ngatain negara kita ga islami.
Lahhhhh
Indonesia memang bukan negara islam
Kebetulan saja di sini mayoritas penduduknya beragama islam
Seharusnya bangun sahur itu kesadaran diri sendiri
dan kita ga perlu merepotkan saudara kita yang lain untuk berkeliling menabuh gendang atau apapun untuk mengingatkan
sehingga mengurangi waktu yang seharusnya bisa mereka pakai untuk berdoa atau beristirahat malah berkeliaran di jalan untuk mengingatkan saudaranya yang lain sahur agar puasanya kuat, ga berasa lapar-lapar banget atau haus-haus amat. Juga membuat mereka harus sahur di jalan.
Apakah menganjurkan orang untuk berbuat kebaikan berarti kita juga harus membiarkan orang tersebut merugikan dirinya sendiri. Demi meraih pahala, katanya.
Ini bulan puasa, bukankah seharusnya kita juga menahan rasa ingin menganggap orang lain yang berbeda adalah lebih rendah dari kita?
Apakah demi berbuka puasa kita harus mencuri start saat lampu kuning menuju hijau, menekan klakson sekuatnya dan menyalip kendaraan kanan kiri tanpa harus berpikir lagi apa ini akan berbahaya, lalu berteriak memaki pada kendaraan yang dianggap menghalangi kita menerobos lampu 'satu detik lagi merah'
Apakah kemanusiawian yang kita agungkan juga harus menjadi tameng saat melakukan hal tak pantas dan mencoreng muka sendiri?
Ini bulan puasa
Di mana segala bentuk cobaan terasa berlipat-lipat ganda sulitnya.
Namun lupa menghitung nikmat yang lagi dan lagi kita nikmati tanpa henti
Ini bulan puasa
Di mana kata 'kafir' terdengar dan terbaca lebih sering ketimbang kata yang menyejukan hati.
Menumbuhkan bibit kebencian jauh lebih gampang daripada menanam bibit ketulusan
Ini bulan Ramadan dan sepertinya aku masih jauh dari kata mendapat hidayah
Ramadan yang seperti inikah yang membuatmu rindu?
Ramadan seperti inikah yang membuatmu sedih ketika akan berakhir?
Diselesaikan 16 Juli 2015
(L)
Berdoa (Untuk Menjadi Manusia)
Ketika kamu berdoa agar jalanmu dimudahkan
Lagi dan lagi
Kamu akan terus tersesat berulang kali
Kamu akan melupakan pelajaran yang harusnya dipahami
Ketika kamu berdoa agar dikuatkan
Terus dan terus
Jangan heran jika otak dan hatimu membatu
Mati rasa.
Ketika kamu mulai merasa lelah namun tak banyak berharap
Putus asa tidak
Namun berharap pun tidak
detik berganti menit menuju jam lewati hari mengitung bulan berganti tahun
Kamu akan menyadari tak ada yang pasti tak ada yang benar bisa sesuai apa inginmu
Yang pasti hanyalah apa yang tak pasti itu sendiri.
Berhentilah berharap semua akan selalu baik-baik saja
Jalani hidup sebaik kamu bisa.
Nikmati bahagia yang kamu punya
Berhenti meratapi sakit yang tak sudah
Hiduplah dengan segala yang membuatmu hidup. Bukan dengan apa yang mereka pikir bisa membuatmu lebih hidup.
07 Juli 2015
(L)
Selamat mengulang tanggal lahir, kamu tak harus selalu bahagia, tak harus sempurna, untuk menjadi manusia.
Aku akan selalu berdoa
Kamu akan menemukan padanan jiwamu, yang akan menemanimu meski tersesat, saling menguatkan, dan menopang bangkit ketika jatuh, saling menjaga ketika bersama dan saling mendoakan ketika jauh.
Menjadi satu yang dibutuhkan karena akan saling melengkapi.
Dan jika tidak pun...aku masih ada selalu untukmu.
Love you no matter what, always, my self.
Saturday, 4 July 2015
Tidur Beratapkan Langit
Aku berharap bisa tidur seperti ini, saat ini.
Di mana langit terasa begitu dekat sehingga aku lupa begitu mengharapkanmu bisa ada di sampingku.
(L)
03 Juli 2015
Friday, 3 July 2015
Jangan Jatuh Dalam Perangkap
Cinta itu adalah jebakan
Jangan jatuh karenanya
Kamu akan terluka dan orang yang membuatmu terjatuh belum tentu bersedia mengangkatmu bangkit dan mengobati lukamu
Cinta itu lebih buruk dari kecanduan
Kopi bisa membuatmu berdebar-debar
Tapi cinta efeknya ratusan lebih kuat
Membuatmu ketagihan
Kamu akan merasa lemah tak berdaya ketika sendiri
Dan akan melakukan apa saja untuk menikmatinya lagi
Cinta itu menjadi yang terbaik dari dirimu sendiri dengan harapan akan membuatnya terkesan namun pura-pura sempurna itu akhirnya akan membuatmu lelah.
Lalu
Setelah semua efek itu berlalu kamu akan tersadar dan semuanya telah terlambat.
Jangan jatuh dalam perangkap.
Apalah.... apalah posting ini. 😂
01 Jul 2015
(L)
Thursday, 2 July 2015
Ketika Menjadi Penari Tunggal
Saat sedang sendiri
Banyak yang lupa bahwa hidup terus berjalan.
Sesekali... Hanya sesekali mereka lupa untuk menikmati perjalanannya.
Ibaratkan hidup adalah panggung
Kamu adalah penari yang berputar di atasnya terkadang gerakmu lambat namun kemudian makin cepat semua perasaanmu tumpah ruah terlihat jelas dari caramu meliukkan tubuh, ekspresi detik demi detik bahkan tergambar di sana.
Saat menari berdua, berpasangan, kamu sering diharuskan saling mengiringi, bukanlah dirimu sendiri, kalian saling mencontoh, menirukan ekspresi, menyamakan putaran, mempertahankan keharmonisan bersama agar tampak menarik dan indah dipandang penonton.
Namun
Dunia panggung tidak berakhir meskipun kamu harus menari sendiri.
Kamu tetap memiliki penontonmu
Dan sendiri atau berpasangan tidak akan mengurangi kualitasmu menari.
Karena penari yang hebat bukan penari yang memiliki pasangan, tetapi yang selalu menari dengan baik dan menikmati tariannya sendiri, menikmati perannya menjadi penari ketika berdua ataupun sendiri.
Hanya karena kamu sendiri tidak berarti kamu kurang berharga dibanding mereka yang memiliki pasangan.
Jika kamu masih menari sendiri anggaplah..pemilik panggung tempatmu menari sangat menyukai dan masih menikmati pertunjukan tunggal darimu.
Atau justru kamu lebih luar biasa memukau ketika menari sendiri.
02 Juli 2015
(L)
Tuesday, 30 June 2015
Bukan Fiksi
Bukan Fiksi
Ini bukan fiksi
Rasa ini mirip jatuh ketika terbang lalu terulang kembali
Aku tahu pasti
Ini bukan sekedar diksi
Apa yang kurasa takkan tergambar dengan indah meski menggunakan metafora
Aku melambung, terhempas
Saat di atas aku menumpang sayapmu
Saat terjatuh lenganmu sedia menyambutku
Ini bukan fiksi
Karna rasa ini meluluhlantakkan sendi
Aku, terbangun di pelukmu.
*mimpi sesekali terasa menyenangkan*
28 Juni 2015
(L)
Euforia Dalam Diam
Beberapa hari ini rasa rindumu makin menjadi-jadi.
Entahlah apa yang membuatmu menyukainya.
Lebih dari rasa suka
Kamu selalu berpikir dan mencari cara agar bisa bertemu dengannya.
Tak ada.
Tak ada cara selain jujur mengakui jika kamu ingin bertemu.
Apakah ini pertanda kebodohanmu yang lain menyukai dan menginginkan seseorang sedemikian rupa tanpa alasan yang jelas?
Saat seperti ini semua terasa menyebalkan bagimu
Tak tahu apa yang harus dilakukan
Semangat pun ikut terbang entah ke mana.
Tulisanmu kosong.
Membaca, tak bersemangat.
Menonton, merasa semua film tak menarik
Bahkan mendengar lagu yang biasanya bisa membuat merasa baikan pun tak berhasil. Kamu seketika merasa bosan dengan lagu apapun.
Mencoba menenangkan diri.
Memikirkan awal mula resah yang tak sepantasnya ada
Tapi resiko kamar menghadap ke jalan adalah bising yang tak pernah usai.
Lalu akhirnya dirimu memutuskan tetap memakai earphone meski musiknya tak dinyalakan
takjub, dirimu malah dengar suara suara yang belum pernah kamu dengar dan sadari sebelumnya.
Dirimu mendengar rusuhnya bunyi napas yang dihirup dan dihembuskan
Mendengar jantungmu sendiri berdetak lebih jelas.
Mulai menemukan keheningan dan menikmatinya dengan caramu sendiri
Perlahan mendengarkan musik yang dihasilkan dari detak jantung sendiri.
Lalu merasa ruangan kamarmu hampa udara dan jantungmu...detaknya menjadi makin cepat dan riuh hingga kamu merasa sesak lalu mencoba menyadarkan diri
Semua keramaian di dalam hati dan kepalamu itu terjadi ketika memikirkan tentangnya dan kebodohan manis yang akan terjadi jika kalian bersama saat ini.
Kamu sadar.
Ini semakin berbahaya.
Jika dengan hanya mengingatnya saja kamu sudah sesak napas dan jantung berdegup makin kencang, berarti kalian tak bisa bertemu.
Berarti kamu tak boleh berusaha untuk lebih mengenalnya dan membuat semuanya menjadi nyata.
Bukankah kamu pernah membaca jika kamu merasakan hal seperti itu pada laki-laki maka jangan memilihnya. Karena jelas kamu akan melakukan apapun untuknya meskipun tidak mendapatkan hal yang sama darinya.
Walau bertemu itu akan membuatmu bahagia, bisa saja kamu akan mati lebih cepat juga karenanya.
Karena jantungmu tak akan bisa menahan euforia kebersamaan dengannya.
Tak bisa, sayang.
Belajarlah melupakan.
*Lalu jangan tanyakan kenapa aku tak berusaha memberi tanda padamu
Aku tak mampu meraih dan harus melepaskanmu setelahnya
Aku tak sekuat yang kamu kira
Mendekatimu artinya mati
Bertahan di sini mati perlahan-lahan
Aku pengecut.
Memilih mencintaimu dalam diam.
Di sini
Aku memperhatikan dan mendoakan segala kebaikan untukmu.
Di sini
Aku belajar bahagia melihatmu tertawa dan baik-baik saja.* (Tuliskan ini untuknya.)
30 Juni 2015
(L)
Monday, 29 June 2015
Sudah Siap Jatuh Cinta?
Mencintai seseorang itu berarti membuatmu melepaskan segala pembatas dan membuka pintu bagi seseorang untuk menemukan retakan di sekelilingmu dan membuatmu lebur dalam satu ketukan jari
Mendapati semua rahasiamu jalan untuk suatu saat melemahkan juga menghancurkanmu.
Mencintai seseorang membuatmu menjadi seperti penjudi yang mempertaruhkan semua miliknya demi kartu yang tertutup, sesuatu yang belum pasti. Sesuatu dengan judul mimpi, harapan, sesuatu akan menjadi lebih baik.
Mencintai seseorang adalah menjadi bagian dari dirinya. Menerima apa yang sudah terjadi di masa lalu dan bersama-sama menemukan cara untuk saling percaya, membahagiakan dan menjadi bagian untuk menutupi kekurangan satu sama lain di masa depan.
Mencintai seseorang pun sepatutnya membuatmu rela melepaskan jika tahu ia lebih bahagia bersama orang lain. Meski itu berarti melepas separuh hatimu untuk luka dan mati.
Mencintai seseorang sebenarnya jauh lebih rumit dari apapun pengandaian yang sudah disebutkan di atas.
Cinta itu butuh segala hal yang kamu miliki untuk diletakkan sebagai jaminan dan menjadikannya utama di atas segala kepentinganmu.
Cinta juga selalu menyakitkan.
Mencintai seseorang berarti kamu siap menerima rasa sakit yang mungkin akan timbul dan pasti akan timbul.
Menjadi bodoh bersama.
Menjadi terluka bersama.
Jika semua di atas bisa kamu nikmati.
Mungkin itulah cinta.
Bagian terbaiknya, cinta akan selalu menyakitkan, adalah tentang menerima kelemahan diri sendiri yang telah jatuh cinta, dan tetap bahagia pantaslah membuat cinta layak diagungkan.
Sudah siap jatuh cinta?
29 Juni 2015
(L)
Wish List
Apa kamu punya kebiasaan menulis harapan sambil berdoa dan berusaha mewujudkannya?
Apa yang jadi harapan dan mimpi kamu?
*tiba-tiba merasa agen mlm yang lagi nanya, "apa anda punya mimpi"* 😃
Entah kapan tepatnya kebiasaan ini kulakukan, sampai saat ini aku masih sering menuliskan keinginan dan harapanku di selembar kertas dan menyimpannya. Beberapa dari yang kutulis jadi kenyataan. Beberapa yang lain seringkali tertunda dan akan kutulis di kertas baru.
Apa saja yang suka kalian tulis sebagai harapan dan apa pernah mimpi tersebut dibuang karena merasa semakin ga mungkin?
Dulu, untuk sekedar pensil, pena, buku cerita atau baju baru aku merasa harus menuliskannya agar jadi kenyataan. Hal semacam itu bukan masalah lagi sekarang.
Tapi aku masih mempunyai wish list yang cukup panjang.
Beberapa harapan adalah yang tertunda dan ditambah harapan baru maka daftar sudah semakin memanjang seperti rambut yang ga dipotong.
Akhirnya aku memangkas banyak dari harapan itu karena sudah tidak sesuai dengan waktu dan kondisi.
Salah satunya merayakan ulang tahun di kaefci dan harus ada badutnya.
Beberapa tahun yang lalu itu mungkin lucu tapi sekarang...lucu banget....akunya.
Harapan harapan itu sekarang semakin terasa berat karena makin bertambah usia ternyata tidak mengurangi mimpi. Tak ada lagi yang sederhana seperti keinginan anak sd zaman dulu. Semua semakin rumit, semakin detail dan dipenuhi pertanyaan serta kekhawatiran apa mungkin semua akan tercapai.
Kamu pernah pengen jadi anak kecil lagi aja?
Bukan cuma saat terluka.
Jadi anak kecil yang mimpinya hanya untuk diri sendiri tanpa perlu khawatir dicap egois.
Memangkas mimpi rupanya jauh lebih sulit dibanding memangkas rambut. Ya?
Apalagi kalau mimpi kita entah bagaimana tersangkut pada hidup orang lain.
Semakin dewasa semakin seeing berpikir tentang orang lain. Kian banyak target sebelum mencapai usia tertentu. Aku misalnya, masih mau banget keliling Indonesia.
Saat lagi banyak maunya dan menemui jalan buntu. Berpikir keras usaha yang semakin ditingkatkan dan harus menyederhanakan banyak hal. Berusaha untuk tidak membunuh mimpi sekecil apapun.
Begitulah yang aku lakukan.
*tulis lagi semua mimpi yang sempat dihapus*
Ingin kembali ke masa kecil saat mimpi hanya bunga tidur bukan garis finish yang harus selalu dikejar.
27 Juni 2015
(L)
Saturday, 27 June 2015
Berhentilah
Ada yang harus dihentikan.
Airmatamu.
Setelah kau biarkan tersayat berulang
Kau jatuhkan hati berkali-kali
Masihkah engkau ingin membiarkannya hancur, hangus jadi abu?
Bukalah matamu
Berhenti bertaruh pada waktu
Masa lalu bukanlah kanvas yang bisa kau ganti baru ketika salah
Ingat siapa saja yang pernah membuatmu tersenyum ketika ada yang membuatmu menangis.
Hidup bukan soal siapa yang salah atau benar
Berbahagialah.
26 Juni 2015
(L)
Friday, 26 June 2015
I Run From It
“I crave affection; and run from it.”
Aku menggunakan kata kata itu sebagai bio di twitter.
Namun aku yakin banyak yang juga mempraktekan kata tersebut selama hidupnya.
"Ga apa-apa."
Itu adalah satu contoh saja. Ketika kalian berkeluh kesah lalu ada yang merasa empati dan mencoba menghibur, kalimat sakti itu pun terucap.
Lalu apa gunanya?
Mungkin hanya untuk survei apakah masih ada yang peduli dan siapa saja yang peduli.
Meskipun orang yang peduli pada citra mereka dianggap peduli lebih banyak ketimbang yang diam-diam peduli dan berusaha menolong.
“I crave affection; and run from it.”
Aku salah satunya.
Aku mendapatkan kepedulian dari orang yang aku bahkan tak peduli apakah dia peduli atau tidak.
Karena itu aku suka lari ini olahraga kesukaanku dan melarikan diri dari orang yang memperhatikan adalah spesialisasiku. Ini seringkali terjadi.
Aku hanya cemas berlebihan dan menuntutku untuk lari.
Apakah kamu suka lari?
25 Juni 2015
(L)
Thursday, 25 June 2015
Jurassic World
Peringatan:
The park is finally open.
Akhirnya berkunjung ke dunia hewan besar dan mengerikan tapi tetap aja gatel pengen nanya raptor itu bisa dipelihara atau ga.
Ini filmnya mengangkat isu feminisme kah?
Hanya penulis skenario dan mungkin para kru film yang tahu.
Sehebat, segagah apapun seorang pria bernama Owen tetap saja pahlawan sesungguhnya adalah Claire wanita cantik dengan rambut sempurna akhirnya balik keriting lagi. Perempuan cerdas yang mau di kantor, hutan, rawa, lagi nyetir truk, lari setelah mengumpankan diri sendiri pada dinosaurus tetap pake hak tinggi. Ga bakal heran kalau sepatu yang dipake bakal langsung ngetop, lalu ada seekor Raptor dan T-rex dan Crocodile... 😂
*pukpuk Owen*
Hoskins, Masrani goodbye. Dr. Henry berhasil kabur, jadi ada (baca: sangat besar) kemungkinan akan ada lanjutannya. Sedikit penasaran dinosaurus macam apalagi yang bakal diciptakan, di Jurassic World Adventure mungkin? Atau worldwide jadi diajak tur keliling dunia seperti hewan sirkus? 😂😂
Aduh ngantuk...
24 Juni 2015
(L)
Wednesday, 24 June 2015
Bloody Monday
I should tell this story on monday (yesterday) but I keep it till today when I'm ready. When it less hurts and more funny to think of then.
I cut my own hand yesterday. My left forefinger for a simple stupid reason.
That's fifth fasting day, I've got my period and it just 8.30 in the morning. I lost my mood somewhere need a booster soon and as usually coffee is the nearest boosterfriend I can find. I rush to the kitchen and after boiling water, prepare my cup and to put some coffee I need to open the packaging first, I'm in a hurry and feel bad for my coworker, he's a coffee addict too and to know he's trying to keep up with fasting day I must finish this soon.
So to cut extra time I decided to open it with knife. Because scissors is at my desk and other coworker will know that I making coffee. Which makes me feel uncomfortable. *sigh*
While preparing my coffee I try to find the reason why today feeling drowsy and gloomy because I never really hate monday don't really care if it monday or not since I worked the day before which is Sunday. Then why I can't focus with what am doing right now.
Oh right I've got my period.
That reason overused for centuries. But... still maybe that's the real reason?
I try my best to open the coffee seal, the first time it didn't work and the second time I did it plus open my index finger too. Too bad when realize I just cut my own finger while i supposed to do a simple task.
I gasp oh my god. Too loud I think, because my friend start asking what happen with me.
I answer, "oh nothing I just got juice back here. A bloddy juice." 😂
When they see me they screams like yeah right like Quinn, when the man who wearing a gas mask start reaching her.
A couple blood drops on the floor and I try to clean my bloody hand at the kitchen sink, I bet they can see my blood dripping trough the water and they panicked.
And it get funny when I'm the one who asked them to get chill, asking someone to get tissues and clean up the mess with my right hand while my other hand still covered with blood.
To stop the blood I put some coffee powder to my cut, feels itchy and stung but it works. I read somewhere at the internet for this tips, perhaps can save other people but I just saved my self. Hail google.
The only laugh I have that day is envisage will spend rest of my day with a grimace of pain.
😢
At night I considering again what happen and why have this kind of stupid thing this morning. And wanna slaps my own face when remembered I was told to my self that need some prove whether time really heal the pain.
I put Tieh Ta Yao Gin on my forefinger trying to ignore burning taste and go to sleep.
In the morning, my finger not feel so hurt anymore. It heals, literally.
For something in this world, time do heal the pain. Like a cut at my finger. I put medicine I put extra attention, and it just fine even sometime I forget about the cut and used it to type it feels like bitten by ants. A hundred ants.
I realize the same thing with our heart. Just need more time more attention more love since we can't see where's the cut exactly, perhaps time will heal this heart too. Not too much I hope.
Sadly, some people think that they really need it from other people and when they got it they just become frightened and runaway from it.
Maybe they finally conclude no one will heal their pain better than them self. At least they realized it.
23 Juni 2015
(L)
Excuse my bad english. I love to please all grammar nazi. Now you can laugh. You're most welcome.