Thursday, 11 June 2015

Kesurupan

Bagaimana cara mengatasi orang kesurupan?
Pertanyaan ini sudah berhari-hari mengganggu pikiranku.
Selain memperbanyak doa untuk menguatkan diri sendiri. Apalagi?
Rukiah, sudah dicoba tapi tidak berhasil
Lalu apalagi?
Ke paranormal, orang pintar dll masih tidak ada pengaruhnya.
Mesti melakukan apalagi?
Apa?
Kepalaku pusing memikirkannya.

(L)
11 Jun 2015

Wednesday, 10 June 2015

Perempuan di Dalam Cermin

Malam ini aku harus pergi tidur lebih cepat.
Karena aku tak suka bertemu perempuan itu di dalam cermin saat pagi hari.
Aku harus tidur lebih awal agar bangun lebih awal dan kemungkinan tak perlu bertemu perempuan itu.

Aku harus menghentikan pekerjaan tambahan ini. Memiliki rutinitas baru akhir-akhir ini banyak menyita waktu istirahatku. Aku menjadi penyelidik. Pekerjaan baru yang melelahkan meskipun hanya sampingan.
Aku menyelidiki banyak hal. Tentang perempuan itu.
Kenapa ia selalu terlihat seperti itu di dalam cermin. Juga ada beberapa pertanyaan dasar..
Seperti berapa jam perempuan ini tidur setiap hari?
Apa saja yang ia makan?
Berapa banyak kalori yang masuk dan keluar
Apa saja yang ia minum?
Apa saja yang ia katakan dan kepada siapa?
Berapa banyak yang ia baca
Berapa banyak waktu ia habiskan untuk menonton
Dan apa saja yang ia pikirkan dalam sehari sebelum akhirnya tertidur
Aku suka menulis. Aku mulai menulis semua yang kuketahui tentangnya.

Aku mulai mencatat
Dan aku tak suka saat membacanya ulang
Perempuan di dalam cermin tak suka diamati
Ia tak suka penampilannya
Lingkar hitam di bawah matanya terlalu lebar
Krim mata yang harganya kemahalan itu pun tak mampu berbuat banyak.
Ia bosan
Dan bosan berusaha adalah bahaya yang tampak tak berbahaya
Seperti musuh dalam selimut
Belum terlihat tapi sudah bisa menyakitimu pelan sedikit demi sedikit

Aku harus membantunya
Dengan pergi tidur lebih cepat
Dengan segala cara termasuk memaksakan diri tidur
Perempuan itu akan tahu ia sudah berhenti diamati hari ini
Dan ia juga akan beristirahat
Aku lelah melihat perempuan di dalam cermin
Aku harus membuatnya berhenti membawa kantung hitam di bawah matanya ke mana-mana.
Aku harus membantunya
Dan tidur lebih awal akan membuatnya memiliki banyak kelegaan perasaan setidaknya ia bebas dari pengamatan.
Siapa tahu suatu waktu nanti kami bisa berteman.
Aku dan perempuan di dalam cermin itu, akan tidur lebih cepat dan tak peduli akan omongan mereka yang pura-pura memperhatikan.

10 Jun 15
(L)

Monday, 8 June 2015

Buatkan Aku Peta

Aku memiliki ide ini
Jika suatu saat menyerah dan memutuskan bersamamu, kau akan memberikanku peta seperti ini.
Menunjukkan dengan jelas di mana posisiku bagimu.
Dan apa yang harus kulakukan serta ke mana aku harus pergi menyelamatkan diri seandainya api yang membakar hati  menjadi terlalu besar, panas juga lebih kentara akan membuatku hangus jadi abu.
Ya, ide aneh tapi mari dicoba.

Namun aku belum menyerah.
08 Jun 2015
(L)

Saturday, 6 June 2015

The Last House On The Left

Ini bukan review film.
Sekali lagi bukan.
Aku udah kasih peringatan loh.

Cuma sekedar cerita random aja sekalian ngisi blog biar tetap ada postingan 😀
Sebenarnya karena ga biasa cerita film yang aku tonton jadinya suka bias meleber ke mana-mana dan ga fokus lagi ke cerita film-nya. Jadi tariklah napas dalam-dalam sebelum lanjut baca agar tidak semaput karena kekurangan oksigen.
Masalah lain aku bilang ini bukan review film adalah aku seringkali terlalu memerhatikan pada hal yang jauh dari para penggemar film biasa lakukan.
Aku ga tahu si aktris A, B, C pernah main film apa saja. Boro boro mau bandingin aktingnya.
Atau adegan ini mirip banget sama film yang mana.
Atau efeknya khas siapa banget.
Dan banyak istilah istilah yang kalau pas baca review film orang itu mesti sambil googling saking bingungnya.

Trus kenapa baru ini cerita?
Sering kog. Tapi cuma masuk draft. 😁
Kadang selesai nonton juga ya udah gitu aja. Lewat tanpa kesan kayak di-pedekatein sama orang yang cuma kamu anggap teman. Ga ada kenangan. #dhuaarrr
Alasan lain adalah aku payah dalam mengingat hal yang tidak terlalu penting. #ditoyor
Lagipula buat aku nonton film itu rekreasi, ya juga untuk melatih fokus dan konsentrasi ke satu hal dalam waktu yang cukup lama. Semacam meditasi. maaf ya buat yang hobinya nonton.
Karena saat isi kepala terlalu ramai kanan kiri depan belakang terlalu bising dengan energi negatif yang dibutuhkan adalah kembali bersilaturahmi dengan diri sendiri. Menikmati waktu sendiri. Jadi ya.. ga banyak yang bisa diceritakan soal apa yang kamu lakukan dan kerjakan dengan dirimu sendiri, ya kan?

Balik lagi ke film The Last House On The Left
Saat pertama baca judul film ini refleks aku bergumam, "to the left to the left everything you owned in the box to the left..."
Sialan banget kan?
Aku sih lihat posternya ya langsung keingetan sama film thriller yang lain. Suasana kayak mati lampu gitu. Eh bener kan ya?
Etapi semua film horror thriller kan emang saudara yang baik suka saling ngingetin satu sama yang lain 😂

ceritanya sih tentang orang tua suami istri too good to be true yang  mencoba menyelamatkan keluarga sekaligus balas dendam ke orang yang udah celakain anaknya. Dibantu anak si penjahat yang bosen di-bully si ayah brengsek.

Jadi film dibuka dengan dua polisi yang sedang bawa tahanan entah ke mana, trua diserang sama teman si tahanan dan kedua polisi itu tewas. Lalu ada tokoh protagonis ayah dokter, ibu rumah tangga yang manis, merencanakan liburan ke rumah peristirahatan mereka di pinggiran kota membawa anak gadisnya yang seorang atlit renang.
Ga lama setelah berenang di danau, mandi pake shower ( yang jujur aku mikir banget ada setan, pembunuh kambuhan atau maniak yang muncul kayak film2 lain tapi ternyata ga ada.) Setelah itu anak akhirnya minta ijin keluar bawa mobil mengunjungi teman mainnya. Temannya ini kerja jadi kasir satu minimarket gitu, jaraknya ya sekitar 10 Menit dari rumahnya yang terletak di tengah hutan.
Lalu saat ngobrol mereka sempat kepikiran buat nge-ganja bareng tapi ga bisa karena sodara si atlit ini udah meninggal jadi ga tahu mesti minta ke siapa. Sodara cowoknya ini sih ga jelas siapa, meninggal karena apa. Taunya udah meninggal aja. Yang sempet bikin si atlit galau sama musibah ini karena si sodara ninggalin kenang-kenangan liontin emas yang bertuliskan harapan adiknya dapat medali emas. Yang akhirnya dipakai sama si cewek.
Nah ternyata pembicaraan mereka dicuri dengar oleh seorang cowok-yang-kalo- didandanin-lumayan-juga-tapi-kog-ya-mukanya-nelangsa-banget.
Nah si cowok ini nyoba buat nego dengan cewe kasir saat dia ga bisa nunjukin kartu identitas tapi mulut asem banget pengen ngerokok dan bakalan ngasih dua cewek ini ganja kualitas nomor 1, gratis.
Hmmm... agak aneh ya.
emang kalo orang bisa nge-fly gratis gampang didapat apa dia masih nyari rokok padahal ga akan dikasih juga di sana kalau ga punya kartu identitas.
Ya sudahlah kali tuh cowok lagi bosen aja, biasa kan cowok kadang udah punya cewek yang oke aja masih suka selingkuh sama yang kalau dilihat lihat sih ya ga sebanding dengan ceweknya. Mungkin juga dia cuma modus pengen kenalan. Atau tuh cowok cuma lelah.
Ya sudahlah.

Nah setelah ini film baru mulai naik ketegangannya. Ya ada juga sih adegan 17+ jadi ga perlu ngajak adek atau keponakan kamu nobar. Ga terlalu menakutkan sih. Cuma ya banyak yang bikin gemes pengen lelepin penjahatnya. Tapi endingnya ga ketebak.

ya ga bagus banget sih karena ceritanya  banyak terlalu dipaksakan menurutku dan sempet ketiduran beberapa kali selama nonton tapi lumayan buat ngingetin aja sih kalau kebanyakan orangtua tuh bakalan ngelakuin apa aja buat anaknya. Apalagi kalau kamu sampai nyakitin anaknya. Siap siap aja deh.

Ya besok besok cerita soal film lain.
Mudah-mudahan ga bikin niat kalian dari pengen nonton jadi ga pengen nonton. 😂😂

09 Jun 2015
(L)

Guru Ternyata Seru!

Kenapa posting foto ini?
Ya karena aku lagi kepikiran dan kangen.
Kangen sama gokilnya guru-guru ini
Konon beliau pada galak di sekolah.
Malah ada yang bisa bikin murid nahan napas kalau lagi nyuruh maju ngerjain soal di papan tulis.
Padahal ternyata seru banget bawaannya, mereka semua sepertinya terlahir dengan selera humor di atas rata-rata, ngebanyol, saling ledek, nyanyi dangdut dan goyang menirukan penyanyi aslinya, alhasil aku yang pendiam *halah banget* ketawa terus selama perjalanan.
Aku bahkan merasa mereka semua sedang berusaha menghibur aku yang terlihat tegang karena harus menemani 42 orang peserta yang merupakan guru dan karyawan sekolah favorit di kota Palembang.
Ternyata ini menjadi masa menyenangkan berdamai dengan diri sendiri karena bisa saja guru-guru yang menurutku nyebelin semasa sekolah dulu juga cuma jaim dan menjaga wibawa waktu sekolah.

Ini foto waktu hari ke-2 di Belitong, awalnya aki cuma mau fotoin mereka semua tapi akhirnya dipaksa ikutan foto ya udah dengan wajah lecek seadanya jadi ikutan nyempil deh. What a lovely night. Makanannya enak, suasana rumah makannya tempo dulu jadi rame, gimana gak rame lah 4 meja panjang kita kuasain. 😂

Lain waktu mau posting khusus soal jalan-jalan ini. Nanti. 😜

Ajakin aku jalan-jalan lagi dong pak bapak bu ibu guru. 😘

#SMPXavMariaGoesToBelitong
#Dinner
#MakPanggong
#Belitong

Ngomong-ngomong ada yang bisa nebak aku yang mana di foto? 😁😃

#GuruJugaManusiaBiasa
(L)
6 Juni 2015

Friday, 5 June 2015

They Can't Handle It

"I didn't tell you cos sometimes when you tell people the darkest thing, they can't handle it. They run away." -Ruby Simms

Itu alasan kenapa seseorang ga merasa perlu cerita apa-apa ke siapa-siapa.
Jangan terlalu banyak bertanya lagi.
Kalau dia mau cerita akan dilakukan tanpa perlu diminta
Kalau dia percaya semua akan lebih mudah
Dan jika menurutmu semua baik apa adanya
Perasaanmu padanya seharusnya tetap sama.



Jujur itu mudah. Kalau kamu bisa mengecap pahitnya.
05 Juni 2015
(L)

Pura-pura

Saya cuma pura-pura ga ingat
kalau kamu suka pura-pura lupa.

Menunggu janji
07 Juni 2015
(L)

Thursday, 4 June 2015

Pembalasan

Aku tersenyum sekali lagi melihat foto di layar ponselmu
menghela napas .....
memilih tombol option
send/share...
bbm group
select
Send

lalu foto yang sama
Set as BBM display picture


Sebentar lagi kamu akan merasakan sakit seperti apa yang aku rasakan.




"Don, kamu dipanggil ke ruang bp!"

Aku tersenyum dan mengangguk.

Di ruang BP kamu sudah berdiri entah sejak kapan, mungkin sejak jam istirahat sesaat setelah foto kukirimkan ke bbm grup sekolah kita.

.....
Kamu menatapku tajam.

Namun kupastikan tak akan kamu temukan apa-apa dari mataku. Akan kubuktikan padamu. Tentu saja cinta untukmu tak akan kamu temukan lagi di sana.
 
"Maaf... Pasti aku udah nyakitin kamu banget, sampai segitu teganya kamu kayak gini..., kamu itu udah mempertaruhkan masa depanku dan nama baik ayah kamu."
 Suaramu yang berbisik seraya mendekatkan wajahmu di telingaku. Percuma aku sudah telanjur sakit hati.

".......Maaf katamu? Ini belum seberapa!"
Suara dalam kepala berlarian berlomba-lomba mencapai mulut yang kututup rapat-rapat.
Tapi aku hanya balas menatapmu tajam.

"... Cinta itu ga bisa dipaksakan, Don. Aku gak cinta sama kamu dan gak punya alasan untuk bales perasaan minimal sama dengan rasa sayang kamu. Untuk apa kamu lakukan ini? Ga ada yang diuntungkan, Don!"
Kali ini suaramu makin keras setengah serak mungkin karena menahan amarah.

"Aku tak tahu apa-apa, Pak. Boleh kembali ke kelas?"
Aku sudah tidak tahan lagi mendengar ocehanmu.

Kepala sekolah dan guru BP hanya diam. Matanya menatap layar ponsel sambil menggeleng-gelengkan kepala dan aku yakin ia sedang melihat foto telanjangmu di pelukan ayahku. Namun kepalanya mengangguk perlahan saat melihatku.

Aku menatapmu sekilas, "makan itu cinta"

Kamu pasti bisa membaca gerak bibirku. Karena setelah itu Kamu menangis histeris.
*****

Save as BBM display picture.

Aku tersenyum puas melihat foto Ayah duduk di teras, membiarkan bahunya disandari juga telinganya dipenuhi celoteh riang Ibu sepulang dari rumah sakit.

Kamu salah.
Apa kamu lupa? Selalu ada yang diuntungkan dari masalah dan aib orang lain.
Ada yang diuntungkan. Ibuku.
Aku berhasil menghentikan ayahku menghianati ibu.



04 Jun 15
(L)
(Hati-hati Dengan Pilihanmu)
*Jangan taruh ponselmu sembarangan.*

Wednesday, 3 June 2015

Belum Waktunya

Apakah kita masih mengandalkan waktu sebagai pengobat luka?
Aku lupa. Kita kini adalah aku dan kamu.
Setelah semua alpa
Semua salah
Semua ketidakmungkinan dari waktu ke waktu yang terus terbukti ketika diuji coba untuk bertahan
Menyerah.
Meski seperti ini pun harusnya tak mengapa.
Tak selalu bersama pun tak masalah
Aku dan kamu dipaksa berpisah.
Jarak dan cemburu yang bajingan
Menyisipkan pertanyaan demi pertanyaan dari semua keyakinan
Apakah kamu masih berpikir waktu bisa mengobati segalanya?
Lalu untuk apa kamu datang lagi mencoba jadi penawar perih yang telanjur hingar bingar?
Lepaskanlah
Tak mengapa
Mungkin ini belum waktunya.

It's quarter after one
all alone and somehow wishing need you now.
03 Jun 2015
(L)

Tuesday, 2 June 2015

Pemandangan Dari Loteng

Salah satu alasan kenapa selalu suka nongkrong di loteng.
Ampera, langit senja dan bulan yang tak sabar menunggu malam. 😍💞

Di atas loteng kemarin sore,
2 Juni 15
(L)

Monday, 1 June 2015

#NulisRandom2015



                               
Penggagas: Brilliant Yotenega

Hari ini resmi ikutan  #NulisRandom2015 yang digagas oleh mas Ega, senang dan deg-deg-an campur aduk karena belakangan ini kalau nulis cuma masuk draft terus.
Seharusnya ga sulit sih... Selama ini.. eh maksudnya dulu postingan memang  selalu random, puisi, curcol, cerpen, ff, segala macamlah.
Terus stop.
Kenapa? Pasti itu pertanyaannya.
Karena suka ga enak hati kalau nulis tentang orang lain, ini salah satunya. Terus posting, terus orang baca, yang sebenarnya bukan tentang dia, nanti ada yang ngerasa dan salah paham.(Kalian pernah ga? pernah kan?)
Nulis tentang diri sendiri, nanti banyak yang jadi ga napsu makan..halah...
Jadi setelah menimbang untung ruginya aku memutuskan ikut, selain banyakan untungnya ini juga semacam reuni sama diri sendiri sih.

Persiapan menulis random ini sudah dimulai, sudah menyiapkan mental juga untuk dibaca lalu di-salahpahami, dikritik, diketawain atau malah dicela postingannya.:))
Biar sajalah.... kapan lagi bisa curcol elegan.
Meski tema random ayo nulis. Walaupun dengan bahasa Indonesia yang masih pas-pas-an, tetap menulis.
Sesuai harapan, "Belajar Untuk menulis, Menulis Untuk Belajar."
Mudah-mudahan pelajaran ini bikin naik kelas, minimal ga tinggal kelas. Kumpul tugas bisa penuh selama sebulan, dan bisa lanjut terus setelahnya.
Semangat!


Dari balik meja yang penuh tumpukan kertas,
01 Juni 2015
(L)


                                                                                       

 

Monday, 20 April 2015

Do You?

Do you love yourself?
Do you love yourself by default
Or
Do you love yourself knowingly there is no one will do?
No one will love you like you
Do you love yourself because you are too afraid to let others people love you?
too scared to let them know how you feel?
Can't trust them try to love you with their own way?
Are you too selfish to share your love?
Does it really hurt that the last time you give all you have willingly and it comes to an end, to pointless path, nowhere left to hide, and  even think that you can hurt yourself if it gonna make it ok, to make it all right again, without you?
Really?
Is it hurt enough for you, and finally choose to do anything all by yourself and for the sake your own sane?
Do you love yourself because you can't trust either love anyone again?
Do you?
Don't you?
I do
I don't
For most of the questions
Do you love yourself enough so no need anyone to love you anymore? 



Ditulis 20 April 15
Akhirnya posting lagi 21 Juni 2015 dengan penambahan di sana-sini. Maaf untuk sok enggres-nya.
(L)

*Draft is wonderfull I wish I can keep you in there too.

Sunday, 15 September 2013

Pernah kubaca, "satu kebahagiaan harus dikorbankan saat mengejar kebahagiaan yang lain."

Bisa bertemu dan berkumpul lagi, harusnya tak sia-sia namun kesenangan itu terlewatkan.
Tapi apa itu benar-benar kebahagiaan yang telah aku korbankan?
Apa itu juga benar pengorbanan?
Atau jangan-jangan kebahagiaan itu memang bukan untukku (lagi)
Dan yang kusebut pengorbanan hanyalah bentuk lain dari ego?

Maaf.. Aku tak datang,
Bukan karena tak sayang
Aku tak hilang, kalian tak lekang,
Bersama kita memintal ingatan jadi kenangan.
Harapan yang tak sempat disampaikan, kelak akan ditunaikan.
Walau tak bertemu, jabat tangan dan tatapan mata ketika bertemu masih selalu hangat.
Karena saudara adalah yang menyebut nama kita dalam kebaikan dan doa meskipun jauh.
Karena rumah selalu jadi tempat paling nyaman, tempat rindu-rindu dikumpulkan.


Selamat ulang tahun buah hati pertama NBC Palembang; NBC Unsri.
Selamat berbahagia, tumbuh menjadi besar dan teruslah melangkah, tinggalkan jejak manis di tiap pijakan.
Aku bangga menjadi bagiannya.

Banyak cinta,
Untuk teman-teman menulis di NBC Unsri yang 16 September esok genap satu tahun.

L, 15 September 2013
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, 16 August 2013

Selamat ulang tahun, Pa.
Aku menyayangimu sungguh.
Banyak doa kupanjatkan, agar engkau sehat dan dimurahkan rejekinya hingga Aku punya banyak kesempatan untuk membahagiakanmu.

Love you as always.
L - 150813
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, 23 July 2013

Apa yang lebih penting?

Apa yang lebih penting selain komunikasi yang baik dalam suatu hubungan?

Apa yang lebih meyakinkan selain kepercayaan yang didapat bukan karena diminta?


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, 7 May 2013

#PuisiHore2 ~ Ini Cinta, Bukan lainnya

Kau adalah titik
Aku tinta yang mencari jalan menujumu
Tersesat
Berputar-putar
Antara satu plot dan plot lainnya
Sibuk dengan koma, imbuhan, akhiran dan tanda baca lainnya.
Aku tanpamu, adalah kisah yang tak bisa usai.

Setelah Kau ada
Jarak antara rentang dua tanganmu
Kerap kusebut rumah
Segala tentangmu candu
Namamu, rumah kaca tempat menyemai bibit rindu
Aku menyambangimu,
namun ruang yang kau diami terlalu penuh
Aku masih menunggu
Meski terlunta di ruang tunggu.




YPS, 7 Mei 2013

Sent from BlackBerry® on 3

Wednesday, 30 January 2013

Apa Rasanya Dua Kali Jadi yang Kedua?

Apa rasanya menjadi yang pertama?
Adalah pertanyaan yang tak akan pernah bisa dijawab oleh perempuan sepertimu.

Apa rasanya dikenalkan sebagai kekasih atau calon istri, pada keluarga dan sahabatnya dengan nada bangga, mungkin juga tak akan bisa Kau jabarkan kebahagiaannya.
Kau tak akan bisa menjawab hal-hal yang tak pernah Kau rasakan, tak pernah bisa Kau alami dan sepertinya tak akan ada kesempatan lain lagi.

Apa rasanya memakai pakaian bekasku?
Menyiapkan makan malam di dapur hasil sentuhan tanganku dan menggunakan perabotan yang semuanya pilihanku?
Apa kau juga kagum dengan isi lemari pakaian lelaki yang menyimpanmu?
Kemeja, celana panjang, dasi, kaos kaki bahkan pakaian dalam yang sering Kau pasang dan lepaskan dari tubuhnya, itu juga pilihanku.
Apa Kau suka ketika tangannya menyentuhmu? Tangan yang sama ia gunakan untuk menahan kakiku agar tak pergi.
Apa Kau menikmati kecupannya? Bibir yang sama kemarin memohon kesempatan kedua dan memulai dari awal lagi.
Semua yang Kau kira telah menjadi milikmu adalah apa yang tersisa dariku.

Apa kau bahagia dengan semua itu?
Sebelum menjawabnya...
Maafkanlah Aku,
Selalu memberimu bekasanku
Cinta, pria, bahkan ssttt.., pakaian dalam yang sedang Kau pakai saat ini.

Setelah ini, Aku yakin akan sulit bagimu tersenyum lebar lagi,
Aku kalah darimu dan menyerah.
Namun Kau kalah dua kali, tak akan pernah jadi yang pertama. yang kedua bangga dengan merasa berhasil merebut apa yang kutinggalkan, sisa-sisa.

Apa Kau betul menikmati jadi penghianat?
Apa rasanya dua kali jadi perempuan kedua?

hari ke-17

Tuesday, 15 January 2013

Sepucuk Surat

maaf, aku lupa gambar ini tempo hari google dapat dari mana :(



Kulipat kertas berwarna biru langit di kedua tanganku,, kertas surat yang sudah bernoda kuning di beberapa bagiannya, namun warna birunya masih teduh, seperti langit cerah pagi hari, atau warna yang dipantulkan tenangnya air laut..
Tapi tulisan di sana, melebihi gemuruh gelombang lautan yang menerjang pantai dan mampu menghancurkan apapun di daratan dengan satu kali sapuan, lebih menyakitkan mata dibanding cahaya matahari di musim panas yang coba engkau tatap.

Sekarang tubuhku ibarat es krim di luar mesin pembeku makanan, mencair..
Seakan-akan Matahari yang dulu engkau puja sebagai sumber hidup dan cahaya, sekarang makin mendekat bukan untuk membuatmu hangat, namun membuatmu lenyap.


"... Aku tak akan pulang, tugasku sudah selesai. Kamu boleh meminjam nama belakangku untuk anak Kalian. Untuk anakmu yang tak sempat diakui ayahnya. Tapi jangan minta Aku melakukan lebih dari ini. Aku sudah memaklumi orang ketiga untuk yang pertama kali di antara kita. Tapi sulit bagiku berdamai dengan orang ketiga untuk yang kedua kali. Hiduplah dengan bahagia. Selamat tinggal".

Surat ini cukup jelas bagiku, meskipun tintanya sudah mulai melebar tak karuan. Aku masih bisa membacanya, merasakan sakit saat ia ditulis, dan perih ketika ia dibaca.
Sepertinya hatiku saat ini ribuan kali lebih rapuh. Tepatnya, hatiku ini bukanlah lagi di tepian jurang. Aku jatuh. Dan remuk.


#Harike-3
Lia
Sent from BlackBerry® on 3

Saturday, 8 December 2012

Aku mohon diam saja

Bagaimana rasanya menyukai seseorang yang sudah jelas ada yang memiliki?
Bagaimana rasanya harus sering bertemu, tak bisa menghindari walau jelas itu selalu menorehkan perih?

Kenapa harus bertemu saat semua sudah tak mungkin lagi?
waktu yang tak tepat
kesempatan yang terlambat
dan sauh terlanjur tertambat.

Jangan katakan padanya apa-apa
Aku mohon diam saja
biarkanlah, kita menatap dalam diam


Sedang menghitung rintik hujan di hati.
8 Desember 2012

Monday, 3 December 2012

IMG00331-20121203-1651.jpg

Di acara BimTek Pramuwisata hari ini dapat ini : 3 bahasa loh yeayy :D

Sent from BlackBerry® on 3